For You Lolly Adrianty
Aku cinta kamu, bahkan lebih dari sebelum kamu baca tulisan ini.
Aku cinta kamu, dengan segenap nafas, senyum, dan kentutku, sepanjang hidup.
Sayang, aku cinta kamu, melebihi makanan yang udah gosong.
Aku cinta kamu melebihi boneka Teddy bear ku, tapi tolong jangan bilang-bilang ke dia ya.
Aku cinta kamu sampai satu hari setelah hari kiamat.
Aku cinta kamu melebihi banyaknya jumlah bintang di langit.
Bukan karena salahku kalau aku terlalu cinta sama kamu, tapi ini karena salahmu.
Aku cinta kamu, tanpa alasan apapun. Dan itu adalah alasan yang cukup.
Aku cinta kamu, dengan segenap nafas, senyum, dan kentutku, sepanjang hidup.
Sayang, aku cinta kamu, melebihi makanan yang udah gosong.
Aku cinta kamu melebihi boneka Teddy bear ku, tapi tolong jangan bilang-bilang ke dia ya.
Aku cinta kamu sampai satu hari setelah hari kiamat.
Aku cinta kamu melebihi banyaknya jumlah bintang di langit.
Bukan karena salahku kalau aku terlalu cinta sama kamu, tapi ini karena salahmu.
Aku cinta kamu, tanpa alasan apapun. Dan itu adalah alasan yang cukup.
Melihat dukamu, lara hatiku…
Melihat murung wajahmu, rasanya ingin ku dekap kau dalam pelukku..
Aku tak kuasa bila harus melihat air matamu…
Sedihmu adalah sedihku, dukamu adalah dukaku..
maka, bahagiamupun akan menjadi bahagiaku..
Aku peduli, sungguh aku peduli…
Aku hanya ingin melihat tawamu lagi
Aku hanya ingin menghapus dukamu
Aku berusaha ada untukmu, di saat sedihmu,,
Tapi, lagi dan lagi tak
Melihat murung wajahmu, rasanya ingin ku dekap kau dalam pelukku..
Aku tak kuasa bila harus melihat air matamu…
Sedihmu adalah sedihku, dukamu adalah dukaku..
maka, bahagiamupun akan menjadi bahagiaku..
Aku peduli, sungguh aku peduli…
Aku hanya ingin melihat tawamu lagi
Aku hanya ingin menghapus dukamu
Aku berusaha ada untukmu, di saat sedihmu,,
Tapi, lagi dan lagi tak
pernah kau anggap aku…
Kamu hanya diam, seolah aku tak ada,,
Aku sadar siapa aku, aku bukan lah siapa-siapa..
Tapi tak pernahkah kau berfikir siapa yang selalu berusaha ada untukmu??
Aku iklas, aku tak mengharap apapun darimu karena aku sadar hatimu tak dapat menerimaku
Tapi,lihat aku!!!
Aku tak pernah berharap, tak pernah meminta kamu mengajakku serta dalam bahagiamu
Tapi tolonglah aku, ajak aku dalam dukamu dalam sedihmu..
Ijinkan aku menemanimu, bersamamu..
Aku tak dapat janjikan apa-apa hanya saja percayalah kamu tidak sendiri, ada aku di sini
Aku mencoba bertahan dalam sebuah pengabaian..
Tapi, aku hanya manusia biasa, kadang aku merasa tak sanggup dan lebih memilih untuk diam
Aku diam bukan karena aku tak peduli..
Aku mengamatimu, aku mengawasimu dalam diamku..
Aku mendoakanmu dalam diamku..
Aku menangisimu dalam diamku..
Tapi, sekali lagi aku hanya manusia biasa dengan segala keterbatasan
Aku merasa tak sanggup menahan perasaan yang menyakitkan ini
Kau abaikan aku..
Maka, ketika aku mencoba untuk peduli tapi tidak dihargai..
Ketika aku terus menunggunya tapi dia tetap saja acuh
Ketika rasaku terabaikan..
Saat itulah aku memilih untuk menjauh dari hidupmu
Bukan karena aku tak peduli lagi..
Bukan karena aku tak menyayangimu lagi
Tapi aku sungguh tak sanggup lagi bila harus terus menerus menyakiti diriku sendiri..
Aku melukai hatiku dengan tanganku sendiri..
Untumu “L.A? semoga lekas kau temukan bahagiamu..
Kamu hanya diam, seolah aku tak ada,,
Aku sadar siapa aku, aku bukan lah siapa-siapa..
Tapi tak pernahkah kau berfikir siapa yang selalu berusaha ada untukmu??
Aku iklas, aku tak mengharap apapun darimu karena aku sadar hatimu tak dapat menerimaku
Tapi,lihat aku!!!
Aku tak pernah berharap, tak pernah meminta kamu mengajakku serta dalam bahagiamu
Tapi tolonglah aku, ajak aku dalam dukamu dalam sedihmu..
Ijinkan aku menemanimu, bersamamu..
Aku tak dapat janjikan apa-apa hanya saja percayalah kamu tidak sendiri, ada aku di sini
Aku mencoba bertahan dalam sebuah pengabaian..
Tapi, aku hanya manusia biasa, kadang aku merasa tak sanggup dan lebih memilih untuk diam
Aku diam bukan karena aku tak peduli..
Aku mengamatimu, aku mengawasimu dalam diamku..
Aku mendoakanmu dalam diamku..
Aku menangisimu dalam diamku..
Tapi, sekali lagi aku hanya manusia biasa dengan segala keterbatasan
Aku merasa tak sanggup menahan perasaan yang menyakitkan ini
Kau abaikan aku..
Maka, ketika aku mencoba untuk peduli tapi tidak dihargai..
Ketika aku terus menunggunya tapi dia tetap saja acuh
Ketika rasaku terabaikan..
Saat itulah aku memilih untuk menjauh dari hidupmu
Bukan karena aku tak peduli lagi..
Bukan karena aku tak menyayangimu lagi
Tapi aku sungguh tak sanggup lagi bila harus terus menerus menyakiti diriku sendiri..
Aku melukai hatiku dengan tanganku sendiri..
Untumu “L.A? semoga lekas kau temukan bahagiamu..
Tak ada Niat untuk melepaskanmu..
kucoba terima jika memang pergi keinginanmu :(
pernahkah engkau merasakan apa yang kurasakan?
Pernahkah kau sadar besarnya rasa yang kuberikan??
Biarkanlah semua itu hilang seiring masa berlalu,walau janji itu telah musnah,aku akan tetap menantimu..
Biarlah kesendirian ini menjadi hiasan dilangit malam,berusaha untuk tetap tegar dibalik tangisanku ini,
senyum dan
kucoba terima jika memang pergi keinginanmu :(
pernahkah engkau merasakan apa yang kurasakan?
Pernahkah kau sadar besarnya rasa yang kuberikan??
Biarkanlah semua itu hilang seiring masa berlalu,walau janji itu telah musnah,aku akan tetap menantimu..
Biarlah kesendirian ini menjadi hiasan dilangit malam,berusaha untuk tetap tegar dibalik tangisanku ini,
senyum dan
tawa yang kauberi,asa dan cerita yang kau bagi,kini tiada lagi..
dan jika masih ada rasa dihatimu,dan tak ada tempat untuk mengadu,ingatlah disini masih ada aku,yang setia berdiri hapus pedihmu.
Rasa ini akan selalu ada untukmu,sampai tulisan ini berkali kali dibaca,ku akan selalu menunggumu,hingga kuterlelap dibawah timbunan tanah.
untukmu yang jauh disana.
dan jika masih ada rasa dihatimu,dan tak ada tempat untuk mengadu,ingatlah disini masih ada aku,yang setia berdiri hapus pedihmu.
Rasa ini akan selalu ada untukmu,sampai tulisan ini berkali kali dibaca,ku akan selalu menunggumu,hingga kuterlelap dibawah timbunan tanah.
untukmu yang jauh disana.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar